Sabtu, 29 Maret 2014

Bait-bait Puisi untuk Lola

Babak baru dalam hidupku ;

Seragam baru, sekolah baru, dan teman-teman baru.
Tak ada yang istimewa, selain kamu -- Lola.
Wanita bermata sipit berdara Seko, itu kutahu diam-diam.
Matahari menyengat, menjilat pori-pori kulit -- kering, panas ..
Aku menatapmu, memperhatikanmu diam-diam.
Kau ; tak menoleh, hanya sesekali menyeka keringat yang mengucur.
Aku, kedinginan -- di sampingmu, Lola ..

..

Matamu berbinar, seseorang memberimu bungkusan tisu
Kau menoleh, tersenyum – terimakasih, ucapmu.
Ah, Lola, kau manis sekali,
Sosok wanita belia, idaman lelaki (aku).
Aku akan lebur bersama terik (keindahanmu), jika saja mereka tak menyuruh kita berpencar, berhambur, dan mengumpulkan tanda tangan senior-senior usil.
Inginku, menggandeng tanganmu saat itu, agar kau tak perlu ikut berlari – berburu tanda tangan, seperti yang siswa baru pada umumnya,
Namun Lola, aku tak mungkin melakukan itu … Maaf ..

..

Lola, matamu berair, kenapa ?
Apa butiran debu sekolah baru kita membuat matamu perih,
Atau angin kencang yang berhembus sehingga matamu berair ?
Katakana, Lola ..
Kenapa kau tersedu ?
Kenapa air menggenangi pipimu ?
Haruskah aku menyekanya .. Lola –

..

Lola, biar kusapa kau dengan nama itu (di hatiku)



Untuk seorang wanita, yang kukenal secara tidak sengaja – Lola ..


Template by:
Free Blog Templates