Selasa, 08 April 2014

Barangali Rindu

..

Saat senja mulai menggulung hari, saat kawanan burung telah kembali ke sarangnya, maka saat itu pula, sepenggal rasa menjalari hatiku. Perasaan yang entah --

Saat malam telah kembali menyapu langit, perasaan diam-diam kembali merayap dalam keheningan -- mencipta riuh dalam setiap helaan napas. Keriuhan yang entah --

Saat gulita kian pekat, rasa itu kian buncah; berkecamuk dalam dada. Mendobrak dinding-dinding hati yang mulai menipis, seakan enggan menetap -- ingin berlari menatap keteduhan di mata itu. Keteduhan yang entah --

Lalu, saat fajar mulai menyongsong hari. Rasa itu tak kunjung pergi juga, ia justeru semakin riuh -- semakin menggebu; menanti narasi narasi Tuhan yang lebih indah untuk jamuan mereka,

Lalu bercerita tentang hari ;

Di mana mulut kita bisu,
Hanya tatapan kita yang berbicara,
Bercerita panjang tentang kerinduan,
Bahkan tentang rasa yang lebih dari sekadar kerinduan,

Lalu, jemari kita saling mengenggam,
Seakan enggan untuk berpisah,
Lama --
Hingga mereka menua,
Menyetia bersama masa.








                                                                                                                          Palopo, 08 April 2014

Template by:
Free Blog Templates