Jumat, 04 Juli 2014

INGIN KUPELUK KAU DENGAN PUISI



INGIN KUPELUK KAU DENGAN PUISI…
Liyana Zahirah


Ingin kupeluk kau dengan puisi
Ketika jarak menjadi hambat pertemuan raga, dan jemari  tak sampai merangkul dadamu
Maka kutulis sebuah puisi untukmu, lalu kuselipkan sebuah kecup mesrah di setiap bait-baitnya
Agar yang lain tak perlu tahu kita kerap bercumbu dalam puisi
Agar mereka tak saling cemburu, karena  tahu kita sepasang kekasih

Ingin kupeluk kau dengan puisi
Saat tatap tak saling bercerita lewat kedipan-kedipan kemesraan
Dan bibir tak saling mendesah napas di sela-sela ciuman yang memburu
Maka kutulis sebuah puisi untukmu, lalu kusiasati namamu di setiap baris-barisnya
Agar kau tak perlu tahu, aku kerap rapuh tanpamu
Agar mereka tak selalu mengataiku wanita kesepian,
Sebab kau hidup di dalam pelukan puisi-puisiku

Kerap kali aku membayangkan
Ketika aku menulis puisi untukmu
Kau ada dan tersenyum padaku
Lalu mengelus-ngelus rambut panjangku
Dan sesekali mengecupi keningku dengan mantra-mantra yang membuatku tertidur bersamamu

Namun itu tak mungkin terjadi
Karena kau hanya akan kupeluk lewat puisi-puisiku
Kucium lewat bait-baitnya, lalu kurebahkan dalam pangkuan syair-syairnya.

Kerap kali pula aku membayangkan
Kau marah dan membentakku
Lalu mengusirku dari hadapmu
Karena namamu tak ada diselipan puisiku kala itu.
Kau khawatir, aku telah berpaling dan menanggalkan cinta kita.
Hingga namamu menjelma kebencian yang mencekik

Namun itu tak mungkin kulakukan, sayang
Sebab kau adalah puisi yang selalu ingin kupeluk
Seperti air mata yang selalu ingin kukeluarkan
Di atas luka perih menetesinya..


Palopo, 050714 (di tengah bisingnya hati)



Si Kribo

Beberapa menit sebelum tulisan ini saya tulis, si Kribo datang. Mencari-cari saya di kamar tidur karena dia pikir saya masih asik memeluk guling di tempat tidur. Sayangnya, saya sudah bangun dari tadi. Dia pun akhirnya menemukan saya di kamar kerja sedang menekan-nekan tombol notebook. Kutanya kenapa, dia hanya cengengesan lalu pergi.

"Pasti dia mengira saya masih tidur, batinku."

Beberapa menit sebelum tulisan ini saya tulis. Saya mendengar tv dinyalakan oleh si Kribo. Saya yakin dia sedang menonton film kartoon. Kebiasaanya kalau ke rumah memang seperti itu; menghabiskan waktu di depan tv ditemani kue bolu buatan tante. Sayangnya kali ini dia puasa, jadi pasti hanya menonton tv saja tanpa harus mengunyah kue bolu.

Beberapa menit sebelum tulisan ini saya tulis. Saya hendak ke dapur, sekalian melihat keadaan nenek yang sedari tadi belum memanggil-manggil. Setiba di ruang tv, saya melihat tv menyala. Persis seperti dugaan saya, yang tayang sebuah film kartoon. Saya pikir si Kribo sedang khusuk menonton fillm kartoon, tidak tahunya dia malah tertidur. Saya berniat menjahilinya, tapi urung saya lakukan karena khawatir dia akan marah dan mengamuk.

Saya pun kemudian menengok nenek di kamarnya. Rupanya ia masih tidur. Karena si Kribo dan nenek masih tidur, saya pun kembali ke kamar kerja dan menulis ini..




Palopo, 040714

Template by:
Free Blog Templates