Minggu, 06 Juli 2014

LALU UNTUK APA



Lalu Untuk Apa…
Liyana Zahirah



Lalu untuk apa aku di sini,
Menunggumu datang setelah senja ringsut
Hingga pekat malam menyelubungi gemetar hatiku yang kusut
Jika ternyata gemerlap bintang hanya untuk kusaksikan sendiri,
Dan rembulan hanya menertawaiku getir tanpa tawar

Lalu untuk apa aku di sini
Berbisu bersama kenangan yang hilir mudik serupa bayang
Hingga hujan memelukku dalam kuyup menawan
Jika ternyata kunang-kunang hanya bersembunyi
Dan lampu jalan memaki serta mencaci

Lalu untuk apa aku di sini
Untuk apa, kasih?

Tidakkah kau ingat ;
Pada musim-musim yang pernah pecahkan tawa kita
Pada debur ombak yang menggulung langkah-langkah kita
Pada purnama yang mencumbu desah napas kita
Pada rangkai-rangkai  janji yang kau sematkan di lingkar jariku

Tidakkah kau ingat;
Tilas telapak kita pada setapak-setapak bisu di pertigaan jalan
Saat kau kecupi  keningku di bawah gerimis romantis
Hingga kucing-kucing kampung cemburu lalu memburu
Tidakkah kau ingat itu, kasih?

Lalu untuk apa aku di sini
Jika garis putus-putus kau gores dengan jeda  yang terlalu panjang
Dan ribuan tanya kau penjarakan dalam dinding hatiku yang karam

Lalu untuk apa, kasih?
Untuk apa kau masih memintaku di sini;
Menunggumu datang dengan segenggam purnama serupa matahari
Jika hatimu buta membaca arah hatiku untuk kembali
Dan kakimu lumpuh dalam pangkuan hati yang lain

Lalu apa aku di sini?
Tidakkah sebaiknya kau mengusirku pergi?!





Palopo, 060714 (Ditemani secangkir kesunyian)




Template by:
Free Blog Templates