Selasa, 22 Juli 2014

Kamu dan Huruf R bag. I

Sebenarnya saya masih ingin menulis. Masih ada beberapa hal yang ingin sekali saya tuang dalam bentuk tulisan, sekali pun sebenarnya dari tadi saya punya cukup waktu untuk menulis semuanya. Hanya saja barangkali saya terlalu lama berputar-putar memikirkan awal untuk memulai menuliskannya.

Saya ingin sekali menulis cerita tentang kamu. Tentang bagaimana saya betul-betul terbius dengan sosokmu. Kamu barangkali tak tahu. Tapi itu tak penting untuk kamu tahu. Karena saya hanya ingin menulis itu untuk mengabadikannya saja. Jika kamu sempat mampir dan membacanya, kuharap kamu tak merasa jika itu adalah kamu yang kusihir dalam bentuk tulisan-tulisanku. Tapi bagaimana aku menuliskannya. Aku bahkan masih mencari idea untuk mengawali paragrafku.

Bagaimana jika dimulai dari matamu? Tapi itu sudah sering saya lakukan. Dan saya selalu gagal mendeksripsikan keindahan matamu. Barangkali karena matamu memang terlalu indah untuk diurai dalam narasiku.

Bagaimana kalau dari senyumanmu yang serupa lekuk sabit saja? Tapi itu itu juga sudah pernah coba saya lakukan. Dan saya kembali gagal memulai paragraf itu dari senyumanmu. Ah, lantas dari mana saya akan memulai menuliskan tentangmu hari ini.

Sungguh, saya ingin sekali menulis tentangmu hari ini. banyak yang ingin saya tulis tentangmu. Tentang bagaimana hati ini kamu sihir dari keping-keping menjadi utuh. Yang kemudian berwujud dan barangkali akan saya namai cinta jika saja kau tahu. Tapi sudahlah, kamu tak mungkin tahu. Kamu pun tak mungkin membacanya. Jikapun kamu membacanya, barangkali hanya sepotong. Atau utuh tanpa rasa. Tanpa tahu jika sebenarnya yang saya maksud itu adalah kamu.

Saya masih berpikir untuk memulai paragraf saya dari mana. Sungguh, saya ingin menuliskan banyak hal tentangmu hari ini. Tapi saya selalu gagal untuk memulainya.

Ssstt. Sebuah bebeem mendarat. Saya harap itu dari kamu. Tapi bukankah kita tak pernah saling bertukar pin!?

Makassar, 220714

Template by:
Free Blog Templates