Minggu, 21 September 2014

SELAKSA EMBUN


SELAKSA EMBU
 Liyana Zahirah

 



Pendar waktu mengikis kisah 
Pada tatap yang kian samar 
Setengah bayang pada pandang 
Menguap bersama embun pagi ini


Bisu gerayangi tubuhku  
Saat namamu kutulis terbata di atas nisan 
Kenangan mendikte dirinya 
Lalu hujan hantam, lubangi mataku


Tubuh kakumu, 
Mengisyaratkan cerita telah kau tammatkan 
Beberapa baktiku masih lalai 
Saat matahari lebih dulu kecupi bumi


Eluhmu tetap rahasia 
Sedang inginku selalu tebari senyummu


Jika waktu lebih panjang, 
Aku ingin peluki kau lebih erat 
Jika napas masih terlampau banyak 
Aku ingin menjadi ingin yang kau mau



Selaksa embun, 
Binar matamu selalu menyejukkan 
; Ayah...

Palopo, 18/09/14
Terbit di harian Cakrawalaa.
Edisi; Sabtu, 20 September 2014

Template by:
Free Blog Templates