Minggu, 16 November 2014

RISALAH PAGI

Terbit di surat kabar (harian) Cakrawala.
Edisi; Sabtu, 15 November 2014






Adalah subuh yang menjadi telapak tangan
tengadah segala doa dipanjatkan
Setelah malam menjadi semakin rapuh
dan gendongan usia mulai lapuk

Aku membaca tanda-tanda
di uban yang semakin banyak,
meski senyum selalu menjaga rapat barisan gigi
tetaplah rabun mata selalu mengintip

Padamu, yang kusebut, kekasih
Telah jelang masa hisab keangkuhan
Maka pada tetes embun yang mirib gerimis,
rengkuh segala bijak yang sempat rekahi bibir
Sebab, pada larik hidup, aku hanya seeggok buku yang
setia di pangkuan pagimu__


Palopo, 13 November 2014

Template by:
Free Blog Templates