Senin, 23 November 2015

PARTITUR RINDU



PARTITUR RINDU
Liyana Zahirah


Tenggelam dalam riuh mimpi
serupa menyaksikan kepulan gelisah merangkak
menerabas sulbi-sulbi rindu yang karam

Di beranda keterasingan, parodi kenangan menimpali setiap gamang
mencubiti resah yang tak terjawab
melucuti nostalgia yang pernah tumpah menjadi pelangi
; meski hujan tak pernah singgah sebagai pemicu

Ya, denting jam memang selalu setia menanam peristiwa dalam kepala kita
mengajari cara berbagi dalam gelas yang sama
mengajari cara tertawa dengan gelak yang sama
mengajari cara bersabar dengan duduk bersama
; membagi gelisah, membagi perbedaan, membagi makna-makna absurd dari sebuah lengkungan senyum atau sekadar kedipan mata belaka

Lalu pada masanya, jumlah hari akan menua
menggiring segala yang pernah,
menuju gerbong selamat datang yang baru

Bisa jadi, akan ada rumah-rumah baru yang angkuh
halaman-halaman cerita yang meliukkan
atau pagar besi yang menjulang
tapi percayalah, selama apapun lambaian tanganmu di udara
garasi rindu selalu melantunkan partitur yang sama
; PULANG



Kediri, 1 Nov 2015
(satu menit setelah pukul satu gugur)


 Ket. terbit di buletin LPM Aksara Univ. Cokroaminoto Palopo.


Template by:
Free Blog Templates