Minggu, 22 Januari 2017

CERITA HUJAN

 ; Mengunjungi Kenangan di Warung Kopi


Hujan telah reda, banjir beringsut surut. Rumahku memang rawan banjir, namun selepas hujan reda banjirnya akan susut. Jika saja kenangan seperti itu, barangkali setiap kehilangan tidak harus dirayakan dengan pil pahit, pikirku.

Meski begitu, di kepalaku hujan masih saja deras. Deadline tugas dan deadline yang sengaja kubuat menjadi tugas mendaras lebat. Aku akhirnya pamit keluar rumah, mencari warung kopi untuk berteduh. Mendekap di kamar hanya akan membuat rasa malas merayapiku. Aku hanya akan sibuk memondar-mandirkan jempolku; menjelajahi sosmed demi sosmed, yang entah sialan sekali karena tidak membuatku jenuh. Padahal yang muncul hanya itu-itu saja. 

Dulu, aku senang memantau sosmed. Senang sekali menanti pesan singkatmu mengomentari foto, atau status tak cukup penting yang sengaja kubuat. Aku juga senang ketika mendapati kau melakukan hal serupa. Kita seperti bersepakat, untuk saling berkabar lewat hal semacam itu. Menggelitik sekali, bukan? Barangkali begitulah cara kita memecah kecanggungan saat itu.

Aku memutuskan ke warkop yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah, aku malas berkendara sendiri. Biasanya, adik lelakiku akan menemaniku. Kami pecandu wi-fi, pecandu buku, juga sama suka menulis  (meski hal-hal yang kami tulis kerap berbeda). Sore tadi, ia kembali ke-rantauannya, ibu kota. Aku punya adik lelaki yang lain, hanya saja, ia tak begitu doyan berlama-lama di warung kopi. 

Aku selalu suka mengunjungi warung kopi. Kadang, warung kopi menjelma ruang tamu, di lain hari menjadi ruang tunggu, menjadi ruang kerja. Sekarang malah lebih sering menjadi ruang foto. Warung kopi semakin cantik, semakin ramai, dan semakin banyak saja. Bagaimana pun, aku suka berlama-lama di warung kopi. Aku suka mendapati banyak kenangan di warung kopi. Aku suka mendapati kita yang pernah bersama di warung kopi.

Malam mulai larut, kepalaku digenangi kenangan. Pengunjung warung kopi semakin ramai saja. Aku memilih memojok, menepi dari ramai biar tidak mencolok sedang sendiri. 

Selamat menunaikan ibadah nge-warkop! 
Jangan lupa PULANG.

^^


Hasil gambar untuk foto hujan dan warung kopi




Template by:
Free Blog Templates